Posts

Hari Ini, Setelah Menyelami Gie

Image
Soe Hok Gie (1942-1969) The epitaph on his grave read : "Nobody knows the trouble I see, nobody knows my sorrow." Gie...I'm ashamed to admit that I don't either Hari Ini, Setelah Menyelami Gie Maafkan aku, aku tak mampu gelisah dalam dunia kecilku yang tanpa masalah Aku baik-baik saja, hidup baik-baik saja Derita adalah sayup-sayup nun jauh di seberang... dan risaumu adalah negeri Atlantis dalam legenda Ada namun asing. Asing. Kau menggedor jendelaku dan berkata, "Yang kau lihat itu palsu, palsu!" Cahaya terang yang kulihat itu adalah seribu kunang-kunang yang besok pagi mati Dan apa yang selama ini meresahkanku itu cuma nyeri segigitan kutu! Yang kukenal cuma sepetak tanah di bawah kakiku Sejumput langit di atas kepalaku Dan realita di luar sana, manis pahit getirnya menunggu sampai aku berani membuka mata Gadis kecil malang, apa yang kamu tahu tentang dunia? Tidak ada! Tidak ada! Bandung, 5 Juni 2011 Vera F. Maharani Se...

Can I?

Image
"Can I sit beside you?" 'Cause you seem so lonely too Smiling, laughing, but don't really feel like it Struggling to stay in a place you don't really fit " Can I walk with you?" Share some laughs and maybe your precious thoughts about all your shoulds, and maybes, and what ifs Just pour it all, I'm not tired Just tell me all, I won't be bored "Can I love you?" I won't be a burden for you, I'm trying hard not to Let me keep those feelings, those hope for the opportunity to gaze into your eyes, lovingly to whisper your name in every prayer, softly... to tell you how precious you are and how happy I can be with you this far So, Dear, can't I? Damri DU-Jatinangor, 1 Juni 2011 Vera F. Maharani Credit picture : www.hafizmokhtar92.blogspot.com

Rintih

Ini geletar yang kukenal, sungguh Ini hampa yang kuakrabi setiap selanya Ini bukan nyeri yang asing bagiku Asin dan pahit dan segalanya, kutahu semua Tapi, Tuhan! Aku tidak juga terbiasa Masih saja hampa menganga nyeri pahit mengiris terluka! (Tuhan, dekap aku dalam lelahku...) 28 Mei 2011, Vera F. Maharani, dalam keletihannya menghadapi dunia

Aku Ingin Menulis

Image
Aku ingin menulis, menulis saja. Terus, tanpa terlalu banyak peduli. Tanpa terlalu banyak berpikir. Tanpa terlalu banyak menatap ke belakang. Terus hingga waktu berlalu di belakang punggungku tanpa suara. Terus hingga pagi yang bising beranjak jadi malam yang lelah. Dan terus kalau perlu hingga jari-jariku patah. Aku ingin menulis, menulis saja. Tanpa perlu berpikir, pentingkah? Tanpa perlu bertanya, perlukah? Bebas berlari sepanjang cakrawala imajinasi. Terus terbang tanpa terikat gravitasi. Mengawang dan tak peduli walau tak bisa kembali. Aku ingin menulis, menulis saja. Tentang apa saja. Tentang yang luhur dan yang durjana. Tentang yang penting dan yang terlupa. Tentang kisah rumput-rumput yang terinjak. Tentang senandung daun yang gemeretak. Tentang elegi gentong-gentong plastik yang retak. Tentang cahaya yang menerobos jendela. Tentang keramik dingin yang menyimpan cerita. Sombong sekali untuk berkata, ini penting dan itu tidak, ini p...

Seratus Jempol

Dulu Seseorang : "Kalau dia jauh dari aku karena nggak sadar aku suka sama dia, itu artinya dia bodo banget. Tapi kalau dia ternyata udah sadar aku suka dia dan ngejauhin aku karena alasan itu, itu artinya dia jahat banget. Dan aku nggak tau mana yang lebih baik, suka sama orang bodoh atau orang jahat?" Aku : "Hmm...mendingan suka sama orang bodoh deh kayaknya." Seseorang : (dengan wajah nyolot seratus persen) "Cobain aja suka sama orang bodoh!" Aku : (ketawa) Sekarang Aku : (nggak bisa komentar apa-apa)

Apa Hubungannya Saya dengan Handphone? (tidak) Baik-Baik Saja -__-

Ini adalah posting yang dibuat dengan tujuan minta maaf. Berarti udah berapa kali aku nge-post dengan niat minta maaf ya? Sering banget kayaknya. Kalau judul blog aku diganti dari 'Paradiso Perduto' ke 'Mohon Maaf Lahir Bathin : Saya Risau", mungkin lebih cocok ya, bener-bener mencakup semua yang terjadi dalam hidup aku akhir-akhir ini. So, sesuai judul, permintaan maaf kali ini berkaitan dengan handphone. Ya, handphone. Alat komunikasi yang keberadaannya buat aku hampir noneksisten itu. Yap, yap, kalau orang-orang terdekat aku disuruh menyusun lima kelemahan Vera, taruhan daftar teratasnya nggak jauh-jauh dari ini (sebenarnya memang aku mengadakan survey kecil terselubung sama orang-orang di sekitar aku, dan memang inilah hasilnya, jika dilihat dari frekuensi protes): 5. Ngerepotin orang kalau nyebrang dan ketakutan berlebihan pada ban mobil, apalagi bus atau truk gandeng. ( defense : "Mengingat betapa aku seperti sasaran empuk buat ditabrak motor --YA, UNTUNG ...

It's So Pathetic

Life is much too short To while away with tears (Jealousy-Queen) Dari dulu saya berpikir bahwa cinta itu adalah sesuatu yang indah. Sesuatu yang membuatmu berkembang, memberimu keberanian, memacumu untuk melakukan sesuatu yang bukan hanya 'biasa saja'. Jadi ketika cinta malah membuatmu sembunyi di bawah tempurung dengan alasan "untuk melindungi hati", kabur dari berbagai hal hanya karena tidak ingin melihat romantic interest dan beberapa pihak tertentu berinteraksi (atau dalam beberapa kasus, mungkin tidak sampai interaksi, cuma terlihat bersama saja) saya pikir, kok menyedihkan sekali. Dan saya tidak percaya bahwa sekarang saya melakukannya juga. Saya pikir, kok menyedihkan sekali, ya? Menyedihkan...dan mungkin ditambah munafik juga. It's so pathetic, Vera Oh jealousy, you tripped me up Jealousy, you brought me down You bring me sorrow, you cause me pain Jealousy, when will you let go? (Jealousy - Queen)