Posts

Showing posts with the label Ruh

All I Ever Want for Birthday is...

Honestly, to say that "all I ever want for birthday is you" is...well...too much. I still want a lot of other things. For example, Harry Potter book 5-7. Chronicles of Narnia box set. Vacuum cleaner. A parcel of Nutella. Scholarship for neuropsychology master program (preferably in Germany, thank you very much). But if you could be a part of my birthday again, I think that would be quite awesome :) Yours faithfully, Vera

Things Left Unsaid

Image
Hi, you. How are you? How's your life going? I hope everything is going well for you. It sucks, you know, not being able to see you. Hearing about you from the third party. Fourth party. Fifth. Sixth. You and your tendency to carry everything alone. It makes me worried to no end, you know. How to tell you that you don't have to be alone? That I'd eagerly help if only you asked? The last time I refused, the suffering it brought for me was unbearable. I was haunted with countless what ifs and maybes and nothing was fun about that. So if you think that it would make me feel burdened to help you...please, it's the other way around. I honestly don't know if I could ever say 'no' to you again, Dear. But you will never know because I never tell you, right? Yeah. Right. Pardon me, for this act of cowardice... Liebe Grusse, Vera P.s. I write all the things I can't say (yet) in this huge book properly titled The Book of Unsaid Things. Co...

The effect of your little smile

Image
picture source : here   Your smile remind me, these are all worth it. Take a step, Vera. Just a little step. And go on. And on. Control your panicking, Vera. Conceal your worrying. Stop looking stupid, Vera. Take a deep, deep breath. Be brave. That smile, remember that smile, and improve yourself. Walk on. You can do better. And better. Just hang on and continue With your smile rising on the horizon, played again and again, twirling round and round in my cramped brain, I know everything is going to be so alright. Will I ever have an honor to tell you this? And millions of thank yous and forgive mes? Can I start this now? Will you read it somehow? Thank you. Forgive me. And hey...I love you, but maybe in that sentence there is nothing new. Liebste Gruße, Vera posted from Bloggeroid

Meanwhile in Alternate Universe...

Image
You looked at me squarely in the eye and you understood what message I wanted to convey. But just in case you didn't, I made it clear for you... "We are NOT going to have a conversation like this EVER again, are we clear?" You were sensitive enough for not forcing me to my limit. You raised your hands and smiled. "Okay, fine. Let's talk about something more cheerful, like, you know...unicorns? Or confettis, bubbles, biscuits...something like that?"  Bless you and your uncanny talent of making me smile. "Biscuits," I sighed. "Let's talk more about biscuits." After half an hour spent with discussing about choco cream and crusty pies, we looked at the clock, and I exclaimed, "Time really flies when we do something we enjoy, right?" You laughed. "You mean, discussing about biscuits." I honestly answered, "I mean, having a discussion with you. No matter what the topic is. We could talk abo...

Yang Menetap dan Yang Singgah

Image
Photo Credit : Crossroads" (C) by www.martin-liebermann.de Ingin kututup jendela-jendela Biar gerimis menipis jadi pemandangan terakhir di penghujung senja ini. Dan kau, Sayangku, tandaskan teh hangatmu sebelum malam memeluk. Sebelum kau pinjam selimutku. Berkemul di hadapan perapianku. Berkemaslah, biar kupinjamkan payungku kuantar kau ke persimpangan, penghujung kita janji berjalan. Kuterabas hujan paku-paku. Masih lama sampai tujuan, kita tak bisa terpikat, terjerat, tertambat. Larilah kau seperti takdirmu. Jelmalah kau seperti inginmu. Aku akan melambai dan kau bisa terus. Kau bisa terus. Kau yang singgah, berpamitanlah... Cilawu, 27 Januari 2013 Vera F. Maharani

Menuju Rumah Ruh

Image
Ruh, ingatkah di jalan ini kita mengayun langkah menuju rumahmu? Dituntun pendar bintang utara pada sejumput langit di atas kepala kita "Kau akan lihat lebih banyak lagi cahaya itu ketika kita sampai di beranda dan tengadah." Kau sulut lentera. Di balik pundakmu aku berkata :  "Ayolah." Lalu gerimis turun, Ruh, terpelanting di trotoar batu Musim merangkak beku. Tulang-tulangku gigil membiru "Kita harus terus maju," bisikmu Kau cerita di rumahmu ada kursi goyang kue jahe hangat di atas loyang dan gulir tasbih yang berlanjut biar malam membuta mengabut Ruh, di jalan yang kita susuri ribuan rumah jadi rumahmu mengepul asap pendiangan yang kita nyalakan semalaman itu. Jatinangor-Bandung 7 Desember 2012 Vera F. Maharani Gambar diunduh dari : http://watchusplaygames.files.wordpress.com/2012/06/in-love-couple-at-train-tracks-holding-hands-beautiful.jpg

Sei Stark!

Image
From http://weissnix.blog.de/2007/08/27/sei_stark~2877387/ Dich auch, sei stark und gute Besserung, Liebste Herz. Ich will dich hier warten. Aren't I that girl who doesn't know how to give up? I still keep my promise... :) Liebe Grusse, deine Vera

While you're busy being awesome...

Image
DAZZLING GIRL, DAZZLING LOVE (AI AI AI) still thinking that somehow they sing it for me? OH LOVELY SHINee! *delusional* Seperti yang dulu pernah saya ceritakan dalam sebuah posting , saya adalah fans SHINee, sebuah grup K-Pop yang cute , talented, jago nge- dance, and awkardly funny in reality shows . Oh, and don't forget the royal flaming handsomeness that is Choi Minho *dreamy eyes* . Ada masanya di mana saya nggak bisa connect ke internet kampus tanpa mengunduh satu saja video yang ada SHINee-nya. Saat harusnya ngerjain tugas...ya saya ngerjain tugas sih, tapi sambil nyambi unduh SHINee's Yunhanam, hahaha. Lama-lama, kebiasaan ini mengganggu, karena beberapa alasan... - Pertama, klip-klip itu makin lama makin numpuk, dan membutuhkan tempat penyimpanan yang baru. Hard-disk Moneymaker (nama laptop saya) udah hampir nggak bisa menampung. Saya pun dihadapkan dilema pada mana yang harus saya buang, mana yang harus saya simpan. Mau buang yang ini...TAPI DI SANA MINHO IM...

Your Words (Le Tue Parole)

Image
source Sometimes the wind must pass I shall let myself be carried to where the words are born I shall look for your words... I want to bring them back to you   It is not right that we content ourselves with a story which is always the same with a life spent forgetting (with slight alteration from Le Tue Parole by Andrea Bocelli) Seharian ini, lagu ini terngiang terus di telinga. Bless my cranial jukebox this time, karena biasanya yang sering diputar ulang di otak saya itu melodi semacam: LALALALALA SEGERNYA VITA JELLY! -Iklan Vita Jelly zaman sekitar dua tahun yang lalu NYOS NYOS DIKENYOS! NYOOOS! NYOS NYOS DIKENYOS! NYOOOOS! -iklan susu kenyot ga tau apa, dengan modifikasi oleh teman saya, Dini Fauziah Pratiwi. Yeah, I know. My random brain can be pretty annoying Tapi hari ini...lagu ini yang dialunkan. Sweet. Dan seperti biasa, saya teringat kamu, Ruh. Juga harapan-harapan sederhana saya yang semuanya menyangkut kamu . ...

The Shadow of Your Smile

Image
The shadow of your smile when you are gone Will color all my dreams And light the dawn Look into my eyes, My love, and see All the lovely things You are to me Our wistful little star Was far too high A teardrop kissed your lips And so did I Now, when I remember spring All the joy that love can bring I will be remembering The shadow of your smile  (The Shadow of Your Smile - Astrud Gilberto) Ich vermisse dich, Ruh You and your (sometimes) silly antics, and your waving when I go, and those little creases on the corner of your eye when you showered the world with your warm, comforting smile. That song up there, somehow reminds me of you. Maybe it's Astrud Gilberto, maybe it's the lyric...or maybe just about anything can easily connect my random mind to you. I don't even know what to write, aside from that simple sentence. Ich vermisse dich. That's it.  Hochachtungsvoll, deine Vera Ps. in case you're too tired to play the...

Seserpih Puisi dari Kelas Analisis Eksistensial

Image
Photo by Paul Cantrell from http://farm4.static.flickr.com/3225/3085304070_8efc419882.jpg Di pertengahan malam, bulan timbul tenggelam Langkah-langkah kian tersendat, kisah-kisah kian tercekat "Aku rasa ini surga, hanya surga pinjaman..." Jatinangor, 20 September 2012 Vera F. Maharani Notes: Ini puisi yang saya buat pada kelas Analisis Eksistensial. Bang Iqbal (dosen saya) meminta kelas untuk membuat tiga baris puisi yang terinspirasi dari kehidupan selama seminggu terakhir. Baris pertama menuturkan tentang waktu, baris kedua tentang aktivitas, dan barisan ketiga tentang perasaan. Puisi ini sedianya akan jadi bahan untuk menganalisis diri dalam bingkai filsafat eksistensial. Puisi ini tentu saja ada latar ceritanya. Karena saya tahu jelas waktu, peristiwa, dan rasa macam apa itu sebelum menerjemahkannya jadi metafora, sebenarnya saya bingung harus menganalisis apa... Kuliah Aneks sebenarnya rame, rasanya bebas (yah, namanya juga eksistensial)....

Kau adalah kidung yang kujanjikan pada subuh

Image
kepada sebuah nama Kau adalah kidung yang kujanjikan pada subuh pada aubade jengkerik dan orkestra daun-daun jambu Namamu syair yang tertera di titian angin saat terang dan gelap berkelindan di batas tidur dan terjaga Aku di sini bersimpuh, menghitung rindu membilang jarak dan waktu Kau naik ke langit, terus ke langit menuju semburat jingga Jatinangor-Bandung, 19 September 2012 Vera F. Maharani di ujung sana tanganmu mengulur serupa cahaya dan aku... aku menjangkau ke mana kau berada

Not-so-philosophical question : batch 1

The question is : if you think you have found the love you want for a lifetime, would you give up? Would you leave the chance of standing at the end of this part of your story, thinking 'it's worth all the wait, struggle, and emotional turmoil', even if you just have the slimmest chance? Would you just leave...like that? Or would you stay, for the faintest glint of hope, for the bubbly dream that might burst in the end of this day? Even if that means you will expose yourself to your darkest fear, the chance of feeling unimaginable pain that will left you crumbled in pieces? Call me irrational, whatever, but... I choose to stay. ...and hang on for dear life.

Mengingatkan Ruh

Image
Ruh, masih ingatkah kau? Pada lapangan di samping rel kereta Pasar malam dan bianglala Jalan aspal ke batas cakrawala Sepetak sawah yang beda hijaunya, juga hymne-hymne yang asing melodinya Oh, mungkin kau juga ingat pada peta dan ular tangga Ucapan maaf dwibahasa dan lompatan-lompatan tertahan di udara Buah-buah jati sore-sore kita tendangi Debat tentang tube pasta gigi serta mana yang lebih penting : menyerupai atau melengkapi? Kita membaca hingga tinta-tinta resap ke darah. Mimpi-mimpi kecil yang kita bagi diam-diam tumbuh tinggi. Serpih kata-katamu merajut kemelut. Tempias gerimis membisik tentang kerlap yang mungkin khayali tapi goyah bukan pilihan, Ruh goyah tak pernah jadi pilihan... Ruh, masih ingatkah kau? Sebab aku kini disesaki memori Cigadung, 29 Mei 2012 Vera F. Maharani P.s. Hei, kamu. Kamu sering bertanya, ada apa dengan ekspresi saya. Mengejutkan buat saya, kadang, karena saya pikir perasaan saya suda...

The Girl Who Doesn't Know How to Give Up

Even when I am tired, I will go on To withdraw is not even an option Let the chill run down my spine everyone has their own suffering, let me savour mine " Maybe i f I stand there with unwavering feeling , happiness will wave at me hello again?" Jatinangor, 3 Mei 2012 Vera F. Maharani

A Dawn Message

Image
Pada akhirnya, orang yang kita cintai adalah orang yang paling berhak tahu bahwa dirinya dicintai. sometimes, I think how funny it is, that I have shared the so-called secret about my feeling for you with my friends (and I have A LOT of friends, thank you very much), while you are still...well...oblivious. Or so I thought. Padahal orang yang seharusnya paling merasakan manfaat cinta itu adalah orang-orang yang terlibat dalam cinta itu sendiri, ya kan? Para pecinta. Orang-orang yang dicinta. Apa yang sudah saya lakukan dalam hidup kamu, hei? Apa yang sudah kamu terima dari saya? Sebandingkah dengan kebahagiaan dan kesempatan bertumbuh yang sadar tak sadar kamu antarkan ke depan pintu saya? Sudahkah saya membawa manfaat untukmu hari ini, selain doa-doa yang saya daraskan untukmu tiap dini hari?  ... yes. at the very least I want you to know that you are worth every teardrops, every prayers, every tangled emotions. You are so worth it. -deine Vera, jetzt und hoffentl...

Terbata, Pada Ruh

Ruh, mungkin benar kau telah menjadi intisari. Di api unggunmu aku berjingkat menari. Di gerimismu aku terpancang. Dikuyupi beribu angan gemilang Kuhitung rindu itu dengan jarak berdepa-depa antara kita. Waktu menggulung bisikan di telinga. "...jika kau murca raga ini tinggal kerangka..." Maka kucabuti tulang-tulangku, kutabuhi genderang memanggilmu. Kau telah jadi kabut kelindan dengan hampa. Tiada dan ada menjelma jadi kamu, Ruh. Jatinangor, 13 April 2012 Vera F. Maharani

Teriakan Bisu Lagi Buat Ruh

Kepada Ruh dengan tidak menggunakan bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (karena kamu akan menganggap saya semacam grammar Nazi tiap saya pamer kesukaan saya mengamalkan panduan EYD) Ruh, Oy, halo. Atau mungkin saya harus menyapamu pakai bahasa lain, biar kamu makin ketawa-tawa. Annyeong. Guten Abend. Buona sera. Wilujeng sonten. (Moga-moga kamu ketawa. Saya suka melihat kamu ketawa) Sudah sejak lama saya mau menulis sesuatu buat kamu. Entahlah, sebuah puisi, mungkin. Atau cerpen. Atau sekadar tulisan yang sulit dikategorikan, yang sebagian besar isinya curhat terselubung. Jadi, inilah. Terserah kamu mau menganggapnya apa. Kenapa saya ingin menulis buatmu, ya, Ruh? Toh kamu mungkin tidak pernah baca. Dan kalaupun baca, mungkin tidak mengerti. Kalaupun baca dan mengerti, mungkin kamu tidak sadar saya menulis ini buat siapa. Kalaupun baca, mengerti, dan sadar, masih ada kemungkinan kamu tidak suka. Ah, negatif sekali. Buat saya cinta seharusnya positif, tapi ketika berhadapa...

Kau?

Kau, wajah yang akrab Kaukah itu yang kujumpai pada hari penciptaanku? Kaukah itu yang berdenyar-denyar dalam nadiku? Kaukah itu yang menuju-Nya dengan menggamit lenganku? Kaukah itu? Kaukah itu? Jatinangor, 29 Februari 2012

Menanyai Ruh

Image
Di manakah cinta itu, Ruh? Hidupkah ia? Bernafaskah ia? Serupakah ia dengan udara mencekik bila tak ada? Bersemayamkah ia? Berkelanakah ia? Ke bilik-bilik jantungku menumpang aliran pembuluhku? Di manakah cinta itu, Ruh? Terekamkah ia? dalam loncatan listrik syarafku bergelung di lembah-bukit otakku? Berceracaukah ia? Menabuhi gendang telinga dengan denging bahasa rahasia? Sembunyikah ia? di balik kelopak mataku menyisip ke sela-sela rindu serupa bayangan abu   wajahnya tak kutahu? Ah! Entah di mana dia Cinta itu, Ruh... Cigadung, 24 Februari 2012 Vera F. Maharani credit picture : http://www.zawaj.com/askbilqis/dua-to-get-my-love-back/