What I Want To Do, Where I Want to Go... : Vera's Bucket List

Seperti yang pernah saya tulis dalam posting terdahulu, sekarang saya sedang rajin (?) mengikuti sebuah situs tantangan harian untuk meningkatkan well-being bernama Daily Challenge. Saya sedang aktif di jalur Finding Fulfillment dan inilah tantangan saya untuk hari ini:

Share 3 things that are on your "bucket list."



A bucket list is really a list of life goals you want to achieve/do before you 'kick the bucket'. Dengan  memiliki daftar apa saja yang ingin kita lakukan dan capai dalam hidup, maka mimpi-mimpi kita akan terasa lebih nyata. Ini bisa mendorong kita menuju petualangan dan pengalaman yang mungkin nggak kita kejar kalau kita tidak menuliskannya. And by talking about it to a friend or sharing it somewhere...well, hopefully those dreams will become more real. Jadi terpacu untuk benar-benar mencapainya karena, "gue udah koar-koar nih, masak semangat untuk mencapainya melempem?" Mungkin bahkan salah satu teman kita punya item bucket list yang sama, dan akhirnya bisa dijalanin bareng deh. Siapa tahu bisa jadi teman hidup, eaaaaaa #modus.

Intinya, berbagi mimpi itu kayaknya lebih banyak manfaat daripada mudharatnya, hehe.
Fun fact : The ancient Egyptians are said to have believed that when their souls reached the entrance to heaven, the guards asked two questions: "Have you found joy in your life?" and "Has your life brought joy to others?"
Really, Egyptian heaven guards? Hahaha. I don't believe in Egyptian heaven guards, but I do want to answer both question with "yes" at the end of my life.

Tantangannya sebenarnya cuma berbagi 3 item aja, tapi karena lagi pengen (?) saya akan berbagi 10 item dari bucket list saya (yang masih terus bertumbuh, hahaha). So let's proceed to my bucket list, shall we?
*In no particular order

1. Fasih menguasai bahasa Jerman, Italia, Arab, dan Rusia sebelum usia saya 30 tahun

Lagi fokus di bahasa Jerman sih, hehe. Belajar banyak bahasa dari berbagai rumpun pada saat yang sama itu...you won't believe the interference. Lagi ngetik bahasa apa, tiba-tiba pikiran nyerocos dalam bahasa apa. Lagi ngomong bahasa apa, eh yang keluarnya bahasa apa! Result : awkwardness is social situation. Huahahaha.

Well, I still got, like, 9 years to perfect my language skill :)

2. Mengunjungi Yunani; Krasnaya Plosschad, Saint Petersburg

I blame thee, Saint Seiya, my first introduction to Greek mythology. Gara-gara ngotot pengen tahu sebenarnya Andromeda itu cewek apa cowok, saya jadi kejeblos baca banyak mitologi Yunani, terus jadi pengen ke Yunani.

Andromeda Shun (kedua dari kiri, yang rambutnya hijau). Ternyata dia cowok, tapi sampai sekarang saya masih meragukan jenis kelaminnya...hahaha (source : here)
Biara Meteora, salah satu must-see-destination nanti di Yunani (source : here)

As for Krasnaya Plosschad, itu Lapangan Merah di Rusia. Saint Petersburg juga di Rusia. I BLAME THEE, ANASTASIA! I was such a huge Russian geek when I was a kid...awalnya gara-gara nonton film ini. Setelah itu, saya jadi cari-cari sejarah Rusia (terutama yang berkaitan dengan Revolusi Bolshevik tahun 1917, kejadian sejarah yang menentukan nasib Grand Duchess Anastasia yang sebenarnya), baca buku sastrawan Rusia, belajar bahasa Rusia, dll. Sebagai anak kecil, saya kalau udah tertarik sama satu hal memang agak mengerikan.

Kembang api di Krasnaya Plosschad. I'll go see it live someday (source : here)

Winter Palace di Saint Petersburg, Rusia (source : here)

3. Mendalami neuropsikologi

Neuropsychology is my eternal love. Preferably belajarnya di Jerman ya, biar sekali tepuk dua lalat gitu HEHEHEHE

4. Bungee Jumping

KYAAAAAH! MAU BANGET!
(source : here)

5. Mendirikan perpustakaan umum dengan akses yang terbuka lebar pada jurnal-jurnal internasional

Ini alibi kalau beli banyak buku, "kan nanti mau bikin perpustakaan, jadi dari sekarang nyicil buku." Hahaha.

Serius nih, saya pengen bikin perpustakaan nanti. Nanti anak-anak saya kalau main di sana...biar gampang saya awasin, haha (sekalian saya baca/nulis/bikin laporan/apa pun). Saya pengen dari kecil anak-anak saya juga kenal betapa asyiknya membaca.

Terus mengenai jurnal internasional itu...ya, sebagai mahasiswa kan saya ngerasain bagaimana reseknya cari jurnal-jurnal yang relevan dan bisa diakses seluruhnya. Iya sih, universitas langganan jurnal, tapi seringkali yang dibutuhkan tetap off-limit. Karena kalau beli per-artikel mahal (maklum kantung mahasiswa), akhirnya beralih ke situs-situs "pembajak". Alhamdulillah, terima kasih banget gara-gara situs-situs "pembajak" itu skripsi dan tugas saya selamat, tapi hati nurani ini agak berteriak gitu lho. Ini kan semacam nggak menghargai hak cipta intelektual ilmuwan-ilmuwan yang menulis artikel jurnal tersebut. Terus ilmu yang didapat dengan cara-cara seperti ini masih berkah nggak ya? Hiiiy, Allah, ampuni saya. Sungguh ini karena saya nggak punya cukup duit untuk beli-beli itu artikel semua...

Karena itu, saat saya kaya nanti (aamiin), saya mau langganan jurnal internasional. Yep, DI RUMAH. Kalau saya jadi dosen (aamiin) dan mahasiswa saya kesusahan cari jurnal, bisa saya kasih akses langganan saya. Terus kalau anak saya juga nanti butuh (my future children, I will totally cater to your academical needs! Mama loves you already! Smooch! Hahaha), mereka juga gampang aksesnya. Ya, ya, ya...Insya Allah :)

Looking approximately like this...hahaha (source : here)

6. Aktif di organisasi yang mendukung peningkatan minat baca anak dan remaja

Berkaitan dengan item no.5, saya concern sama pendidikan dan membaca. Senangnya kalau Indonesia lebih pintar dan suka membaca :') Setelah membaca, terus diskusi, terus pemikirannya ditulis, terus jadi bacaan lagi...terus seperti itu, budaya yang baik menurut saya. Makanya kalau saya bisa punya andil dalam mengembangkan budaya yang baik ini, alangkah senangnya :)

Sudah mulai ngeceng-ngeceng organisasi apa, tapi kalau aktif sih belum. Skripsi dulu khakha....nanti setelah lulus, insya Allah bisa lebih leluasa :)

7. Belajar berenang dan bersepeda

Buat orang yang keseimbangan tubuhnya lebih parah daripada timbangan pasar rusak kayak saya, berenang dan bersepeda itu cobaan banget. Dulu waktu SMA, nggak terhitung waktu yang dikorbankan teman saya untuk ngajarin saya berenang (terutama Keke. I love you, Ke!). Itu aja susah setengah mati...mana jarang pula, karena saat itu kolam renang Centrum cuma khusus cewek kalau anak SMA berenang di sana aja (dan sekarang Centrum udah bukan kolam renang lagi, hiks). Nanti kalau saya udah kaya (aamiin) saya mau punya kolam renang di rumah biar bisa latihan tiap hari. Terus kalau saya punya anak perempuan, mereka latihannya nggak risih kan, hehehe...

Indoor kayak gini kayaknya asyik yaa (source : here)
Untuk bersepeda...ya, nggak perlu bikin jalur sepeda pribadi di rumah sih, bisa latihan di jalanan biasa. Pasti asyik deh kalau bisa naik sepeda berdua sama suami. Hehehe...ini mimpi-mimpi saya kesannya pengen banget nikah deh.

8. Menerbitkan buku puisi dan novel-novel

Nanti kalau udah terbit, pada beli yaaa....hohoho.

9. Hafal Al Quran

Harusnya ditaro di nomor satu ya. Keinginan semua muslim nih. Terus...nggak cuma hafal aja, tapi juga hidup berdasarkan Al Quran. Ideal banget. Selangkah demi selangkah menuju ke sana ya Veraaa :)

10. Turut andil dalam pembuatan games berlatar sejarah Indonesia (Majapahit Warrior!)

Saya rada iri sama Jepang yang punya Samurai Warrior atau Cina yang punya Dynasty Warrior, dibikinin sama Koei. Saya main, main, main...dan tahu-tahu saya udah hafal aja kenapa Perang Sekigahara terjadi, siapa itu Daimyo di wilayah Omi dan apa sebab kejatuhannya, dsb. Lebih dari itu, minat saya terhadap semua itu tumbuh, dan jadilah saya Sengoku geek seperti sekarang. Cara yang asyik untuk mempelajari dan menghargai sejarah, kan. Saya aja yang nggak begitu suka Jepang-Jepangan sekarang gandrung dan ngerti dikit-dikitlah soal sejarah serta kehidupan di Jepang pada masa itu.

Terus saya mikir...gimana kalau Indonesia punya Majapahit Warrior? Serius, saya pikir Indonesia punya cukup sejarah dan mitologi yang melingkupinya untuk dibikin game semacam ini. Saya yang bikin storyline deh, ada yang mau join bikin grafik game dan sebagainya gak? Hehehe...

Nih...kayak begini, tapi ceritanya Majapahit. Gitu loh....capisce? (source : here)
Btw, 
yang di cover itu Azai Nagamasa dan Oichi. Mereka punya kisah cinta (?) yang menarik dan bikin berlumuran air mata. I should write about them sometime... 

Oke, itu 10 item pilihan dari bucket list saya. Semoga bisa dicapai ya, aamiin! :)

Liebe Grusse,
deine Vera


0 comments:

Poskan Komentar

 

Get In Touch

Feedjit

Recently read

Princess Priscilla's Fortnight
3 of 5 stars
I got the e-book free (and legal!) from the awesome www.girlebooks.com . Go check their extensive collection of free, prettily designed e-books written by great women writers in the history, if you haven't already! The Goodreads descri...
tagged: read-on-my-go-book, warm-fuzzy-comfort-reads, and laugh-out-loud
Peaches for Father Francis
4 of 5 stars
tagged: vivid-setting and women-issues
Remarkable Creatures
4 of 5 stars
tagged: contemplative, historical-fiction, read-on-my-go-book, vivid-settin...
UnStrung
3 of 5 stars
I love reading Unwind. It might be the most thrilling dystopian fiction I have read since The Hunger Games, and it sets the bar higher eversince. The premise of Unwind is highly unlikely : Abortion is forbidden, but there is an option ...
Texts from Dog
4 of 5 stars
Warning : Don't read this at your office while you are *supposed to be* working. Seriously. Don't say I didn't warn you This book contains all sort of random, imaginary text conversation between a bulldog called Dog (or Master Woofin...
tagged: laugh-out-loud and pics-tell-everything

goodreads.com