Ini Namanya Semacam Kangen



Rambling sedikit sebelum meneruskan mengerjakan laporan inventori boleh ya (IYA SAYA BELUM NGERJAIN. Saya rela dilempar jumroh...)

Hidup saya sedang melewati fase lucu. Lucu yang tidak bisa dinikmati dengan tawa. Psychic Numbing mungkin *kemudian disetrika sama dosen Penanggulangan Bencana karena penggunaan istilah yang seenak perut*. Terus kenapa saya bilang lucu? Sebab nanti ada waktunya (mungkin) saya mengingat fase ini dengan tawa, hanya saja kok kayaknya masih agak lama...

Saya jadi teringat saja sobat-sobat saya zaman SD, SMP dan SMA. Apa tanggapan mereka kalau saya mengetuk lagi pintu rumah mereka yang damai, curhat, dan mereka pun tahu bahwa saya masih Miss Moody yang sering bikin mereka geleng-geleng kepala itu. Kira-kira tak akan jauh dari seperti ini lah ya :

Meutia 

(a.k.a Muti a.k.a Dreamy/Iim a.k.a Sunny/Uny --burai-burai deh tuh semua panggilan masa remaja awal, di mana kita saling memanggil dengan varian wangi Eskulin. Hahaha)

Muti
dicomot dari album profpict Facebooknya
dimaafin kan ya, yang penting cantik


Ketawa (atau mungkin sekadar mesem-mesem) lalu komentar, "Kamu nih ya Ver. Masalahnya dari dulu gini-gini melulu. Hahaha."

Terus saya bakal cemberut dan meyakinkan dia bahwa ini serius. Dua-rius. Tiga-rius. Sin 90 Cos 0-rius

"Iya, iya. Tau kok serius... Tenang aja kali Ver..."

Kemudian kami akan beralih dari curhat jadi nostalgia masa lalu. Lalu mungkin ngobrolin Yongseo couple dan prospek menjadi penantang Dewi 'Dee' Lestari di masa depan. Lalu beralih kembali menjadi bagaimana caranya mengubah curhatan ini menjadi sebuah cerita yang bisa dijadikan sumber duit. Lalu berfokus pada bagaimana reaksi pihak-pihak yang terlibat dalam curhatan ini kalau ini benar-benar jadi novel. Kami sama-sama punya tekad kuat untuk mengubah kondisi 'kejatuhan' sekarang menjadi sesuatu yang berharga di masa depan. The need to prove ourselves, to get revenge in productive ways. I like that about her :)

Needless to say, some of my fiercest competitions were done with her, hahaha.

Miss you, Dear Choleric One. Sayang kamu jauh banget di Aceh, kapan saya bisa curhat-curhatan tatap muka sama kamu, heh?


Nabila
(a.k.a Bia a.k.a Sweety)

Mendengarkan dengan penuh perhatian. Kalau saya lagi punya cukup selera humor, saya akan menggoda mata sipitnya. "Bia lagi dengerin aku kan? Bia nggak bobo kan?" Dia akan merengut sambil berkata, "Ih Vera maaah..."

Aaah...The Phlegmatist One in our clique. Dia akan memberikan nasihat-nasihatnya yang keibuan. Dia akan berusaha menyimpulkan masalah dari berbagai sudut pandang. Sampai akhirnya air mata saya kering dan saya akan menggoda dia, "Ini yang belajar psikologi siapa sih, sebenarnya?"

Kami akan tertawa bersama-sama.

"Hahaha..."

Stannia
(a.k.a. Nia a.k.a Funny a.k.a Sporty)

Stannia Cahaya Suci
Sedikit berteriak dengan intonasi kata-kata yang memanjang, "Manaaa yang bikin kamu sedih manaaa?" Ehm, mengingat ini Nia, our lovely Sanguinist, mungkin akan lebih tepat jika diketik seperti ini : "MANAAAA YANG BIKIN KAMU SEDIH MANAAAA?" Dia akan melakukannya dengan membuat gesture seakan menyingsingkan lengan baju.

Lalu saya akan bercerita sedikit lebih banyak lagi. Dia akan mengerutkan kening, membuat alisnya yang tebal bergerak-gerak seperti tanda kurawal horizontal, sambil sesekali menimpali cerita saya dengan ekspresi "OOH", "AAAAH", "IDIIIIH", atau "YA ALLAH."

Saya? Lama-lama kayaknya luluh dan terpingkal-pingkal melihat dia. Hahaha.
  

Hera

Tersenyum manis. She has one of my favourite smile on this earth. "Vera, Vera," katanya. "Minta sama Yang Punya, gih."

Emma

Ditta dan Emma di GOR (?) Jalan Bali, sebelah Santiago Berdebu
Saya selalu makin sadar betapa buletnya kalian setelah melihat foto ini, hahaha

Melipat tangan, menghela nafas, lalu berkata, "Kalau lagi stress itu obatnya belajar, Ver. Masalahnya ditaro dulu di laci. Kamu jadi tambah pinter juga."

Saya bakal ngeluh, mana mungkin saya bisa belajar dengan suasana hati semrawut dan otak morat-marit seperti ini?

Dia akan mengangkat alis, seakan berkata, "Coba dulu sih. Aku bilang bisa, ya bisa!" Biar begitu, yang muncul dari mulutnya mungkin kata-kata semacam, "Yah...semuanya balik lagi sama kamu sih, Ver."

Terus saya akan menggerutu, dan mengambil text book terdekat. Mengikuti saran Emma. Belajar. Sampai penderitaan yang disebabkan oleh stress tidak sebesar kepusingan yang muncul karena belajar terlalu banyak materi dalam satu waktu.

Ditta

Ngejitak saya dengan muka gemes, sambil ngomong, "Maneh! Hirup teh galau-galau teuing!"

Kemudian mengarahkan saya untuk baca komik di Pitimoss atau fangirling tentang timnas Jerman. Mungkin ngajakin saya berantem dengan ngejekin nama Lukas Podolski.


Achi

Starts doing something overly cute. Hehehe.


Dua makhluk mungil! Keke dan Achi
berlatar Lab Kimia SMAN 3
tempat kesayangan di mana kita setengah mati praktikum dan ujian Pak Vittry
dan Emma menumpahkan setengah labu amonia pada saya sehingga saya seharian itu bau pesing

Keke

"Aaaah...Beara...sini peyukk.."

Keke, satu-satunya orang di dunia ini yang boleh manggil nama saya dengan huruf B. Dia akan memeluk saya. Dahinya akan membentuk kerutan horizontal. Dia akan bertanya, "Terus kamu maunya gimana, Beara Beara?"

Saya akan bilang apa yang saya mau. Saya akan curhat sampai tenggorokan saya kering, terus kita akan pergi ke cafe terdekat yang menjual Green Tea Ice Cream *uhuk*Toko Roti Bawean*uhuk*.

"Keke doain ya, Beara Beara sayaaang..."

Terus peluk lagi. Mungkin itu sebabnya saya juga suka memanggil dia 'Keke-Bear' . Badannya kecil mungil tapi pelukannya sehangat beruang. Eh, bukannya saya pernah dipeluk beruang sih, hehehe.


Those Cupu High School Days. Ditta, Emma, Keke, dan aku yang sangat tidak terlihat seperti aku.
Geng Cewek 2-7 Pojok Depan, minus Achi yang berada dalam posisi foto kurang beruntung
dan Mirra sang Ketua Geng Kerudung Tengkorak

This Miss Moody longs to meet you all. Hopefully in better circumstances, di mana kalian nggak perlu menghapus air mata saya, cukup ngikut ketawa bahagia aja.

Because everything is going to be alright, right?


Yes, I know it's right :)

Liebe Grusse,
 deine Vera

Foto dan gambar dicomot seenaknya dari album foto Facebook mereka masing-masing dan album foto saya sendiri


0 comments:

Posting Komentar

 

Get In Touch

Feedjit

Recently read

Princess Priscilla's Fortnight
3 of 5 stars
I got the e-book free (and legal!) from the awesome www.girlebooks.com . Go check their extensive collection of free, prettily designed e-books written by great women writers in the history, if you haven't already! The Goodreads descri...
tagged: read-on-my-go-book, warm-fuzzy-comfort-reads, and laugh-out-loud
Peaches for Father Francis
4 of 5 stars
tagged: vivid-setting and women-issues
Remarkable Creatures
4 of 5 stars
tagged: contemplative, historical-fiction, read-on-my-go-book, vivid-settin...
UnStrung
3 of 5 stars
I love reading Unwind. It might be the most thrilling dystopian fiction I have read since The Hunger Games, and it sets the bar higher eversince. The premise of Unwind is highly unlikely : Abortion is forbidden, but there is an option ...
Texts from Dog
4 of 5 stars
Warning : Don't read this at your office while you are *supposed to be* working. Seriously. Don't say I didn't warn you This book contains all sort of random, imaginary text conversation between a bulldog called Dog (or Master Woofin...
tagged: laugh-out-loud and pics-tell-everything

goodreads.com