Belated Posting : Birthday Presents from My Bunch of Lovelies :D

Ini adalah jenis posting yang ditunda-tunda hingga lama kemudian, namun saya tahu pada akhirnya akan saya pampang juga di blog. Kalau saya sampai tidak memasangnya di blog, saya akan selamanya merasa berutang. And you know what people said, utang dibawa mati, hehe.

Posting ini dipersembahkan untuk KBR, kelompok belajar (?) saya yang tersayang, yang lebih banyak berpesta dan bergosip ria daripada belajar sebenarnya. Kelompok belajar yang hobi bikin acara di Ciwalk dan sok-sok cari tempat makan tapi akhirnya tetap jadi langganan Gokana. Kelompok belajar yang ribut tapi adem, riweuh tapi nyaman, ngaco tapi tetap berada di jalan yang lurus. Nah lho, bingung kan, hehe.

Posting ini berisi...ucapan terima kasih. Yang banyak. Mengenai sebuah photo album biru bergambar teddy bear yang belakangan ini saya kasih nama Bonita (oke, random, tapi itu artinya 'lovely' dalam bahasa Spanyol).

Saya dan Bonita. A low quality photo from my webcam *males bikin foto yang lebih bagus
Pertama kali menerima album foto itu tanggal 5 Maret (ingatan saya jago soal episodic memory beginian). Sedang kuliah metpen 2, menyimak presentasi. Tiba-tiba tas laptop saya (yang nggak tau kapan dan gimana kok bisa ada di mereka) dikembalikan. Ada sesuatu yang berbeda di dalamnya. Sesuatu yang mencurigakan.

Yeah, bagaimanapun, ini kan orang-orang yang pernah menculik saya ke kebun binatang pada ultah saya yang ke-18 dan menganggap unta bisa jadi pengganti Nicholas Saputra, jadi saya tetap harus waspada. Kalau isi kotak itu ternyata kepala jenglot kan saya juga yang susah.

Tapi seperti yang kita tahu bersama, isi tas laptop saya adalah album foto biru itu. Tadinya saya pikir ini pasti punya orang lain, tapi kok di halaman pertama ada tulisan "the story begin" dan di halaman selanjutnya ada foto Alin plus ucapan selamat ultah? Hati saya langsung ngikik-ngikik. Eciyeee...hadiah nih ya, Mbaknya? Biar telat dua minggu, dimaafin deh. Haha.


Album foto beruang itu menyimpan banyak bahan baku mimpi indah :D
Dan...KYAAAA... kok tahu sih saya pengen album foto kayak gini? Setelah menonton WGM YongSeo di mana mereka suka banget ngasih kado berupa photo diary, saya jadi pengen kayak gitu juga. Bikin kado berupa photo diary, isn't it totally cute?

Saya pun membuka album itu dengan hati riang, tapi Mamah Syifa yang duduk di sebelah kanan (atau kiri?) saya waktu itu langsung menyambar. Nggak boleh dibuka saat itu, katanya. Pas ditanya kenapa, katanya karena sekarang masih waktunya kuliah. YA TERUS KENAPA DIKASIHIN PAS LAGI KULIAH DONG, KAN JADI TIBA-TIBA EKSIM NIH SAKING PENASARANNYA. Tapi Mamah, Ace, dan Mbak Iw ngotot buku itu nggak boleh dibuka. Mbak Iw sampai ngancem buku itu nggak bakal jadi buat saya kalau sampai saya berani buka.

Ya sudah, saya mengalah. Mengabaikan godaan Ridwan yang duduk di sebelah kiri saya (atau kanan?) yang mau pinjem album itu dan baca juga. Mbak Iw yang kebetulan melihat langsung mengaum. Sekali nggak boleh, tetap nggak boleh. "Liatnya di rumah aja!" katanya.

Pengen ngomong gini : "YA KALO GITU KIRIM LEWAT POS AJA, PASTI SAYA BUKA DI RUMAH."

Walau hati agak dongkol, sekujur badan gatal-gatal, dan kaki bergerak-gerak resah, saya nurut. Album itu saya taruh di tas. Mata saya menatap ke teman yang presentasi tapi otak saya ternyata ikut masuk tas, menyusup ke lembar-lembar album yang tadi sempat saya intip sedikit-sedikit. Saya jadi senyam-senyum aneh sambil menahan kaki biar nggak tiba-tiba Cosack dancing di tempat...because it would look totally absurd.

Untung sih, saya nggak buka album itu saat kuliah masih berlangsung, karena album itu bikin saya ketawa histeris. Ucapan-ucapan selamat disusun berdasarkan kronologis usia (dan entah kebetulan atau nggak, saya sangat suka godain orang lain atas dasar usia. Terutama nenekanda Arlina :p). Some of the expressions were hilarious, some were cute, and the other were just unexplainably sweet. My birthday had passed for two weeks then, but I could feel the festivity again. The flood of well-wishers, smiles, waves, congrats... and anxiety if a particular person didn't remember my birthday, which was proven otherwise.


Daaan...menemukan hasil vandalisme KBR
Hari itu, saya pulang sendiri. Berjalan sepanjang trotoar Unpad dengan menandak-nandak
. Naik Damri dengan senyum lebar terpampang (sampai nggak ada yang mau duduk di sebelah saya. Ini apa banget...). Membaca buku itu berulang-ulang dengan ketekunan seorang penggemar film yang mencari fitur tersembunyi pada DVD terbaru. Saya menemukan bahwa pada ucapan nenek Arlina ada watermark gambar kado. Saya mengerti bahwa gambar di ucapan Chullie bukanlah gadis kembar siam, melainkan simbol bahwa usia saya sekarang kepala dua -,- Saya susah payah membaca ucapan selamat dari Ace YANG DITULIS DENGAN SPIDOL PERAK DI ATAS KERTAS PUTIH, sehingga baru bisa dibaca kalau dimiringkan dengan sudut tertentu dari sumber cahaya.Saya menghitung bahwa Ufi sang Goguma Maknae menjadi manusia narsis hari itu, dengan prestasi nampang di tiga foto yang berbeda, disusul Cibon my AB sister dan Tifa my Goguma Eonnie. Dan banyak lagi fakta trivial lainnya yang remeh dan tak terlihat di mata orang lain namun sangat mengena di hati saya
.

Molto grazie juga buat semua pihak yang berpartisipasi: Ayu (yang tampak amat matching dengan nuansa oranye di fotonya! Sampai ke pulpennya!), Cibon (yang nuansa warna bajunya janjian sama Ayu), Ufi (Goguma maknae, Kyuhyunnie's wife! muhaha), Syifa SMS, Annas, Yessi, Age (Sobat PKM-kuuu), Dedew, Tifa (Goguma eonnie~ Jonghyunnie's wife!), Fidel, Tia, Nurul, Mawmaw, Firdha, Mene Fika (Siswanto~ banget), Dian, Nindy, Sandra, Febri (MY AB SISTAH), Ridwan (dan doa khatam Qur'annya :D), Tora, Aziz (Janji PMB? Janji PMB apa? *amnesia retrograde*), Rully, Dea, Dian Pak Lurah, Deri, Toton, Gede, William, Mbak Ai (waw Mbak, waww *berasa gaul karena dikasih ucapan selamat dari dosen* *eh da saya dapet ucapan dari ayah saya, kan ayah saya dosen juga* *abaikan*). Saya pengen masang semua foto kalian juga, tapi...nanti blog ini makin susah dan lelet dibuka dengan menggunakan koneksi internet Cigadung. Kasihani saya ya, hehe.

*dan posting ini mulai berasa seperti ucapan terima kasih penyanyi di kasetnya. Eh, maksud saya CD-nya. Kaset sudah tak usum lagi. Kasihan.*

Mengutip ucapan Nenekanda Arlina pada album foto itu, yang dikutip pula olehnya dari sumber lain yang sudah tiada terlacak:
Friendship is about bringing out the positive when everything seems negative
Being accepted for who you are
Being able to pick right where you left off
Sharing, talking, and laughing

Friendship is about us and for that I am grateful.
I'm grateful for all of you... Mein Liebe Freunde!
KBR posed with my signature expression. Dari semuanya, yang lulus hanya Ulan, Ace, dan Mamah. Untuk yang lainnya, kalian harus lebih banyak berlatih lagi *tepuk-tepuk pundak*
Ps. KBR, I'm waiting forward for another studying party (sambil gangguin kucing) di rumah Tidy, atau (sambil fitness :p) di gudang saya. Atau siapa tau mau di Cigadung, gitu? Hitung-hitung tamasya ke tepian peradaban manusia (versi kalian :p) hehe. Ayo kita taklukkan mata kuliah-mata kuliah itu, kita bikin dunia ternganga oleh ilmu  kita yang bermanfaat (insya Allah) itu! :D

Ps2. Ulang tahun depan, saya pengen vacuum cleaner. Hehe.

1 comments:

  1. aaahhh Veraaa terharu :')
    Ikut senang sekali kalo kamu seneng :)

    Vacuum cleaner? sapu lidi weeeh :p

    BalasHapus

 

Get In Touch

Feedjit

Recently read

Princess Priscilla's Fortnight
3 of 5 stars
I got the e-book free (and legal!) from the awesome www.girlebooks.com . Go check their extensive collection of free, prettily designed e-books written by great women writers in the history, if you haven't already! The Goodreads descri...
tagged: read-on-my-go-book, warm-fuzzy-comfort-reads, and laugh-out-loud
Peaches for Father Francis
4 of 5 stars
tagged: vivid-setting and women-issues
Remarkable Creatures
4 of 5 stars
tagged: contemplative, historical-fiction, read-on-my-go-book, vivid-settin...
UnStrung
3 of 5 stars
I love reading Unwind. It might be the most thrilling dystopian fiction I have read since The Hunger Games, and it sets the bar higher eversince. The premise of Unwind is highly unlikely : Abortion is forbidden, but there is an option ...
Texts from Dog
4 of 5 stars
Warning : Don't read this at your office while you are *supposed to be* working. Seriously. Don't say I didn't warn you This book contains all sort of random, imaginary text conversation between a bulldog called Dog (or Master Woofin...
tagged: laugh-out-loud and pics-tell-everything

goodreads.com